Postingan

Di Akhir Cerita Kisah Kita

 DI AKHIR CERITA KISAH KITA :putih abu Karya: Desak Putu Ayu Dina Candradewi Jika pada dasarnya kita hanya menempuh ilmu di sini Senandung syair dan ikatan kasih terangkai dalam satu imajinasi Dalam sebuah fantasi untuk merenda cakrawala tertinggi Bangku, papan tulis dan dinding-dinding kelas itu menjadi saksi Betapa riuh gemuruh canda menyatu pada nadi Walau kisah kita tak abadi Mungkin nanti tempat ini terasa sepi Namun, nuansa putih abu tetap terpatri Selamanya dalam hati Kemudian, Jika pada akhirnya kita berpisah di sini Tak lagi kudengar gelak tawa yang menghibur hati Perlahan seiring berjalannya waktu, Kebersamaan ini kan menepi Kita kan merajut asa, Mengejar mimpi yang semakin pasti Seririt, 14/4/2025

Kertas Putih

 KERTAS PUTIH Karya: Desak Putu Ayu Dina Candradewi Kini, tinta yang pekat kutorehkan pada sebuah kertas putih Gemulaian jari ini berdendang dengan harunya tanpa henti "Bukan angka-angka yang kutulis, aku hanya menjalin huruf tua  yang telah hidup dalam abdinya" Jika saja aku adalah angka, Kan kuputus rantai yang berkarat ini Yang telah usang Sebab tak pernah digambarkan pada kertas putih dan hati nurani Jika aku adalah huruf, Kan kurangkai jembatan pada samudra Agar tuanku bisa menepi  dan berlayar kembali menemui sang diri

Ambu, Ku Rajut Mimpi

 AMBU, KU RAJUT MIMPI Karya: Desak Putu Ayu Dina Candradewi Wahai rembulan Bias sinarmu pada Ambu, mengakar dan tumbuh di hulu  Ia yang mengalirkan binar  Ia yang menghanyudkan kalbu  memelukku dalam buaian rindu Ambu, perjalananku memang tak mudah  Aku pernah merasa lelah  tapi langkahku tak pernah kubantah  tidak sekalipun raga ini merintih  Ku yakin kan ada pelangi setelah derasnya hujan Ambu, terima kasih  Kasih yang kau rangkai menjadi cerita  tetap terpatri di hati  Meski engkau tak memelukku lagi  Bayangmu selalu menemani  Kejujuran yang kau ajarkan,  menerangi tiap pijak langkah hidupku tuk merajut mimpi

Persada Nusantara

PERSADA NUSANTARA Karya: Desak Putu Ayu Dina Candradewi Kunyanyikan sebuah lagu Senandung rindu untuk negeriku Nada-nada indah terjalin dari keberagaman Ku kenang lagi sebuah cerita Pesona yang tak pernah memudar Tentang adat istiadat serta budaya Aku penikmat senja yang selalu merindukan jingga Aku penikmat seni, yang selalu merindukan gamelan bertalu Sebatas cakrawala kupahatkan kerinduanku Padamu persada nusantara Tegaklah dalam naungan Ibu pertiwi Menjaga pilar-pilar Pancasila Dalam kebhinekaan tuk ciptakan harmoni Indonesia

Guruku

 GURUKU Karya: Desak Putu Ayu Dina Candradewi Di almamater ini, aku menapak satu demi satu tangga kehidupan Tuk mampu meraih cakrawala, merenda tiap mimpi yang terbesit dalam angan Darimu aku belajar, wahai guruku Buah dari kesabaranmu,  menempaku menjadi generasi tangguh yang tak mudah tergerus arus putaran waktu Hari ini kusematkan untaian kata Terima kasih telah menjadi pelita dalam kelam Sebagai jembatan ilmu tak bertepi Selamat hari guru Bapak, Ibu guruku Engkau sumber inspirasi Abadi dalam kenangan dan doa kami  

Putra Sang Fajar

 PUTRA SANG FAJAR Karya: Desak Putu Ayu Dina Candradewi Dahulu, di medan laga Mereka menggantungkan asa pada tiang yang rapuh itu Jiwa dan raga bertumpu Pada sebutir peluru Tak pernah terbayang  Betapa gigih perjuangan Panji-panji berkibar Di bawah naungan Putra Sang Fajar Masih terngiang dalam ingatan Kau sematkan sejuta harap Dengan gagah berdiri di garis depan, Dan berseru lantang, "Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya ... Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia" Begitulah kau membakar semangat tonggak generasimu Bebaskan negeri dari tirani Yang telah bersemayam 350 tahun di bumi pertiwi ini Bung Karno, engkaulah sejarah Bangsa Indonesia, sang proklamator yang kumandangkan kemerdekaan Akankah perjuanganmu terus membakar semangat generasi muda atau hanya menjadi kenangan belaka? Kala gemerlap laju zaman yang kian menghujam 

12 November 2023

Matamu kian mengalihkan perhatianku Ketika mereka bertemu, aku terpana Jiwaku seperti tersengat sesuatu yang membuatku candu Sosokmu yang dulu tak terlihat, kini bersinar terang di antara ribuan bintang Sosokmu yang dulu kuacuhkan, menjadi titik pandangku saat ini Kurasa aku telah jatuh Jatuh dalam tatapanmu Walau dalam sepi Aku selalu menanti